June 16, 2019

#DA160619: Della & Aulia


Mungkin terlalu dini untukku dan kamu bicara tentang perasaan dan pengorbanan. Kita baru saja memulai. Tapi aku tahu, bahwa Allah sudah sebegitu baiknya menitipkan perasaan ini pada diri kita. Dari aku dan kamu yang tidak saling tahu, bisa menjadi penguat dan pelindung di saat yang dibutuhkan.

Semoga Allah terus menumbuhkan perasaan ini pada diri kita, sampai tua nanti, sampai besar nanti. Semoga aku dan kamu bisa terus menatap satu sama lain, penuh harap, penuh rasa, penuh warna.

Aamiin..
SHARE:

April 20, 2019

Let's Close the Peak Season: From a Date to be Engaged.


The person who is best suited to us is not the person who shares our every taste (he or she doesn’t exist), but the person who can negotiate differences in taste intelligently — the person who is good at disagreement. Rather than some notional idea of perfect complementarity, it is the capacity to tolerate differences with generosity that is the true marker of the “not overly wrong” person. Compatibility is an achievement of love; it must not be its precondition.

-- Alain de Botton on his essay about why we will marry the wrong person.

SHARE:

April 18, 2019

Pelik


Jika bumi saja memerlukan matahari untuk menerangi setengah harinya,
Mengapa manusia bersikap egois dan tidak memperdulikan orang lain di sekitarnya?

Jika bumi saja membutuhkan keterikatan dengan bulan untuk menjaga keseimbangannya masing-masing,
Mengapa manusia memaksa mengelompokkan pilihannya dalam sebuah arus yang justru meniadakan kedamaian?

Jika matahari dan bulan saja bisa bekerjasama berbagi siang dan malam,
Mengapa manusia justru sibuk menjatuhkan kelompok lain demi kepentingannya sendiri?

Jika matahari, bumi, dan bulan bisa berada dalam garis lurus dan membentuk gerhana yang dinanti-nantikan,
Mengapa masih banyak manusia sibuk menunjukkan eksistensi kelompoknya dalam momen penting yang menyuarakan persatuan?

--

Aku yang lelah melihat perdebatan,
Perselisihan antara diri kita sendiri,
Sebelum bahkan usai pesta demokrasi,
Terlalu rumit,
Terlalu pelik.
SHARE:

March 31, 2019

What Keeps Me Sane During Peak Season: Attend The Bride Dept Talkshow!


This story started when a friend of mine, a pretty bride to be, Sarrah send me a post in Instagram from @TheBrideDebt as you can see below. The Bride Debt (TBD) has been known to be a portal that gives information and much much much inspirations of a wedding nowadays. I don’t really remember since when, but since the power of Instagram is becoming big like about in 2015 or 2016, bride ideas becoming a big deal. As a business and as a life process.

As the poster said, TBD will launch their newest wedding planner and also create a mini talk show with a title of “Are you ready to get married?” Wow, Sar, wowww, are you ready sis? Hahaha. Since both of us in a process of serious dating and expecting (while it is not only a dream tho at least) marriage in the future, sometimes we share some information about marriage seminar. And it seems like this TBD talk show will fit us, both for the date, time, place, and theme. So, we planned to come together on March 30, yup, it is yesterday!
SHARE:

March 10, 2019

What Keeps Me Sane During Peak Season: Menghabiskan Akhir Pekan Bersama Keluarga di Kebun Raya Bogor


Di Museum Zoologi Kebun Raya Bogor, terdapat sebuah replika ikan paus biru yang diabadikan dan menjadi ikon museum sejak awal tahun 1900-an lalu. Kalian sudah pernah melihatnya belum? Ini adalah kedua kalinya bagiku melihatnya. Replika, iya aku tadi bilang replika. Saat pertama kali aku mengunjungi Kebun Raya Bogor di bulan Januari tahun 2018 lalu bersama mas Aulia, aku mengatakan padanya,

“Wah, besar banget ya ini replikanya”, lalu ia menjawab,
 “Replika gimana, ini asli tau”
“Ah iya? Masak sih? Ngga ah ga percaya”
“Gimana sih, coba itu baca keterangannya”

Lalu ku membaca keterangan yang tertulis di papan penjelasan mengenai paus biru tersebut. Ternyata benar, ini bukan replica. Tertulis bahwa ini kerangka ikan paus asli yang berasal dari ikan paus biru (Balaenoptera musculus) yang ditemukan mati dan terdampar di Pantai Pamengpeuk, Priangan Selatan, pada tahun 1916 lalu. IYA GITU, INI KERANGKA PAUS ASLI? Diriku tetap geleng-geleng bingung tidak percaya.
SHARE:
Blogger Template Created by pipdig